Keinginan menjadi seorang wirausahawan telah tertanam lama di diri pemuda ini. Riover Edwar, makin termotivasi saat harus memilih apakah dirinya atau sang istri yang mesti resign. Hal ini karena pada Bank BUMN tempat Rio bekerja sebelumnya, terdapat aturan yang tidak memperbolehkan suami-istri sama-sama bekerja di sana. Menemui kondisi tersebut, sebelum menikah Rio mengambil keputusan untuk resign dan istrinya tetap lanjut berkarir di Bank tersebut.


Awal berhenti, Rio mengaku sempat bingung dan ragu terkait jenis usaha apa yang akan dilakoni. Sementara waktu sebelum menjalankan usaha sendiri, Rio sempat terlebih dahulu membantu usaha orang tuanya yang berkebun cabe dan sayuran selepas pensiun. Tak berapa lama berselang, ia lalu memutuskan untuk mencoba beternak lele dan belajar banyak di sana. Usaha peternakan lelenya berhasil secara budidaya, namun permasalahan baru ia hadapi saat uang hasil panen lelenya tak dibayar lunas oleh tengkulak.


Tak patah semangat, Rio kembali mencoba peruntungan di beternak BSF (Black Soldier Fly). Berbekal ilmu yang dia peroleh dari youtube dan teman, ternak BSF nya tergolong berkembang baik. Bahkan beberapa kali Rio diminta peternak lain untuk membantu permasalahan peternakan BSF mereka. BSF yang Rio ternakkan ini ia gunakan sendiri untuk pakan ikan yang dipelihara. Tak jarang selama beternak BSF, saban malam ia datang ke Pasar Sayur di Payakumbuh dan memungut sisa-sisa sayuran yang ditinggalkan pedagang. Kalau dihitung-hitung, beternak BSF itu sangat irit modal dan biaya operasional, sayurang yang jadi kebutuhan pakan tak perlu beli, asal mau pungut sendiri di pasar.


Ketika ditanya kenapa akhirnya pilih fokus usaha kios pupuk, Rio menjawab dia teringat saat membantu orangtuanya berkebun cabe. "Dulu saat bantu orangtua berkebun cabe, biasanya saya yang beli pupuk dan pestisidanya. Untuk dapatkan harga yang murah, saya biasa hunting ke beberapa kios pupuk. Dari sini saya melihat ternyata harga produk pupuk di masing-masing kios itu beda-beda. Jadi kadang, kalau saya mau beli beberapa produk, itu bisa di beberapa toko juga. Ini menjadi pikiran awal kenapa saya pilih buka kios pupuk, selain karena memang saya punya ketertarikan di dunia pertanian".

Rio juga bercerita tentang modal dan omset usaha kios pupuk. "Untuk modal itu relatif, mau modal besar ya enak jalaninya, dengan modal kecil juga bisa. Bahkan 5 juta saja cukup untuk memulai kios pupuk, dengan catatan ini di luar sewa lokasi usaha. Untuk margin, mirip-miriplah dengan bisnis retail lainnya, ada di 7 hingga 12 persen per itemnya. Yang penting saat menjalani ini, niatkan saja untuk membantu petani, insyaAllah juga jalannya akan lebih mudah", tutup Rio.


Untuk sahabat yang ingin tau lebih banyak cerita Riover Edwar dan Kios Pupuk Sentra Tani miliknya, silahkan simak video di bawah ini. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama