Peternakan Kambing Dinwal, Begitu Herlini (28) atau yang biasa disapa Elin menyebut peternakan yang ia bangun. Elin adalah lulusan dengan nilai cumlaude dari jurusan peternakan di salah satu kampus negeri di Payakumbuh. Berbekal ilmu dan teori di bangku perkuliahan, ditambah pengalaman selama masa praktik kerja lapangan (PKL), ia memilih untuk menjadi wirausahawan dengan cita-cita membuka lapangan pekerjaan sendiri.

Menyadari modal yang dimiliki tak cukup besar, Elin mencoba mencari cara untuk memulai peternakan dengan biaya serendah-rendahnya. Pilihannya jatuh pada kambing, Elin berpikir bahwa ia lebih kenal kambing dan karenanya resiko beternak kambing pun akan lebih rendah dibanding ternak lainnya. Untuk memulai, Elin membeli sepasang anakan kambing dari tempat dulu ia PKL, sementara untuk kandang ia manfaatkan bekas kandang sapi orangtuanya yang kemudian disesuaikan kembali.

Total modal yang Elin butuhkan untuk memulai peternakan kambing ini tak lebih dari 2,5 juta rupiah saja. Dari total modal tersebut, item terbesar itu untuk cost membeli dua ekor anakan kambing. Sementara untuk biaya kandang, itu kecil sekali karena memang memanfaatkan bahan yang sudah ada. Elin menggarisbawahi bahwa cara ini memang kecil modal, namun untuk pemula cukup berisiko karena perawatan cempe (anak kambing) itu lebih rumit ketimbang perawatan kambing dewasa.



Untuk pakan yang diberikan pada kambing-kambingnya, Elin mengaku masih memberi pakan dari hijauan yang diarit. Ketersediaan lahan yang masih mencukupi membuatnya masih belum beralih ke Pakan fermentasi. Dengan populasi 25an ekor kambing, lahan di sekitar kandang masih sangat memadai sehingga kamipun belum kesulitan untuk memenuhi kebutuhkan pakan ternak. Namun hal ini tak membuat Elin menutup kemungkinan suatu saat akan beralih ke pakan fermentasi jika populasi kambingnya terus meningkat.

Pada sahabat Dosen Petani Elin berpesan, "Sarjana itu kan harusnya ndak rebutan lapangan pekerjaan. Dengan ilmu dan kecakapan yang kita peroleh dari kampus, mestinya kita bisa menciptakan lapangan sendiri dan ikut mengurangi pengangguran. Untuk saya yang lulusan peternakan, saya mulai dengan membuka usaha peternakan. Modal kecil juga tak jadi penghalang untuk meraih cita-cita, selalu ada cara jika memang kita benar-benar niat dan bersungguh-sungguh".

Sebelum menutup perbincangan, Elin mempersilahkan Sahabat yang ingin belajar dan berdiskusi untuk langsung datang ke lokasi Peternakan Kambing Dinwal di Kelurahan Padang Sikabu, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori, Kota Payakumbuh Sumatera Barat. Di sini Sahabat bisa menyaksikan langsung bagaimana peternakan kambing, cara pemerahan susu kambing hingga berdiskusi tentang peluang pengembangan dan kerjasama dengan Peternakan Kambing Dinwal.

Untuk sahabat yang penasaran dan mau menyaksikan video Peternakan Kambing Dinwal, silahkan klik video di bawah ini.



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama