Ikan cupang sejatinya adalah ikan air tawar yang hidup di beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Ikan dengan ukuran kecil ini tergolong unik dan dikenal agresif dalam mempertahankan wilayahnya. Sifatnya yang agresif membuatnya kerap dijadikan ikan aduan atau ikan laga oleh banyak orang. Namun, dibalik sifat laganya ternyata cupang juga memikat hati penghobi lewat warna dan bentuk tubuhnya yang indah. Tak heran, makin hari makin banyak yang terpikat oleh indahnya warna dan kibas sirip ikan cupang.

Dengan kenyataan bahwa peminat ikan cupang semakin banyak, tentunya permintaan akan ikan hias kecil ini juga meningkat. Beberapa penghobi yang awalnya mengkoleksi cupang hanya untuk kepuasan pribadi pelan-pelan bergeser menjadi pebisnis. Tantangan untuk mengkawinsilangkan ikan cupang pun dilakukan untuk memperoleh varian warna baru ikan cupang yang lebih indah. Ditambah lagi cerita-cerita dan kejadian di lapangan dimana cupang bahkan dihargai hingga belasan juta.

Saat ditemui di daerah Lubang Buaya, Jakarta Timur, Bang Baron yang merupakan sahabat lama saya tengah asyik merawat dan menata botol-botol air mineral yang disulap jadi aquarium si cupang. Ada ratusan ekor ikan cupang yang dia pelihara, ini belum termasuk anakan yang ditaruh dalam boks khusus. Matanya fokus berpindah dari satu botol ke botol lainnya, memastikan semua cupang yang dipelihara dalam keadaan sehat. Menurutnya, ini rutinitas yang dia lakukan sepulang kerja. Breeding cupang adalah pekerjaan sampingannya saat ini, walau omset yang diperoleh pada dasarnya bisa dibilang lumayan.


Budidaya cupang telah beliau lakoni setidaknya sejak beberapa tahun silam, namun bergeser menjadi breeder cupang itu baru setahun belakangan. Tidak ada niatan awalnya untuk jadi breeder dan menjual atau berbisnis ikan cupang. Mula mencoba hanya karena ingin miliki cupang dengan corak warna baru, maka dimulailah percobaan breeding cupang untuk pertama kalinya. Berbekal ilmu yang diperoleh lewat kopdar dengan sesama penghobi cupang, hingga berguru pada konten youtube, beliau berhasil melakukan pengembangbiakan cupang secara mandiri.

Seiring berjalannya waktu, beberapa kolega yang juga gemar ikan cupang mulai melirik dan tertarik dengan corak warna ikan cupang yang dihasilkan. Dalam kondisi inilah bisnis jual ikan cupang itu dimulai, meski harga jual yang belum tinggi namun kegiatan breeding cupang tetap dilanjutkan. Pelan-pelan kualitas cupang yang dihasilkanpun meningkat, ini tentu berdampak pada meningkatnya nilai tawar ikan cupang tersebut di pasaran.



Menurut Bang Baron, tidak ada patokan pasti terkait harga ikan cupang. Untuk kelas hobi, apalagi kalau kepincut pada warna dan bentuk ikan, penghobi bersedia merogoh kocek dalam untuk mendapatkannya. Ini yang membuat Bang Baron dan tentunya breeder lain berlomba untuk memperoleh ikan cupang unik yang tak akan ditemukan dengan mudah di pasaran. Semakin indah, semakin unik dan sulit ditemukan di pasaran, maka semakin tinggi pula peluang untuk dihargai mahal.

Bagaimana sahabat? Tertarik untuk mencoba menjadi breeder ikan cupang? Kalau sahabat mau tau lebih lanjut dan lengkap dengan visualisasi serta ngobrol-ngobrol tentang peluang bisnis ikan cupang, silahkan klik video di bawah ini.



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama