Ikan cupang adalah salah satu jenis ikan hias dengan ukuran relatif kecil dan bercorak warna indah. Ikan ini dikenal dengan sifatnya yang cenderung petarung, tak heran jika menyebut nama cupang maka yang terlintas di pikiran adalah ikan laga. Namun, selain sifat khas tersebut, cupang sejatinya memiliki nilai lebih pada keindahan corak dan warnanya.

Seiring dengan meningkatnya penggemar atau kolektor cupang yang menitikberatkan pada keindahan corak dan warna, peluang untuk membudidayakan ikan ini pun ikut meningkat. Banyak orang yang tertarik untuk menjadi breeder cupang. Bagaimana tidak, cupang dengan corak warna yang indah bisa laku di pasaran dengan harga jutaan per ekornya. Tertarik untuk breeding ikan cupang? Kamu bisa baca tulisan ini untuk memulai breeding ikan cupang.



Hal pertama yang kamu mesti siapkan untuk memulai breeding cupang tentunya adalah satu ekor cupang jantan dan satu ekor cupang betina. Agar proses kawin atau pembuahan terjadi pada sepasang cupang tadi, perlu dipastikan bahwa indukan dan bapakan cupang dalam kondisi siap kawin. Kondisi siap kawin ini ditandai dengan buih yang muncul pada permukaan air tempat si cupang hidup. Buih tersebut bisa terlihat jelas dan amat mudah dikenali seperti pada gambar yang sahabat lihat di atas.

Selain buih pada permukaan, untuk cupang betina kamu perlu periksa kondisi perutnya. Sebab cupang betina yang siap kawin juga mesti dalam kondisi full telur. Kondisi full telur ini dapat terlihat dari perut indukan yang menggembung, jika tidak artinya si indukan belum full telur dan tidak akan berhasil dalam proses breedingnya. Selanjutnya, pastikan juga kondisi ikan cupang baik indukan maupun bapakan dalam keadaan sehat yang dapat dikenali dari gerakannya yang lincah.


Setelah indukan dan bapakan cupang yang akan dikawinkan memenuhi kriteria yang dijelaskan di atas, selanjutnya breeder harus mempersiapkan wadah kawin ikan cupang. Wadah yang digunakan dapat berupa baki yang diisi air, usahakan tidak menggunakan air ledeng agar tak ada kandungan chlorin atau kaporit. Jika terpaksa menggunakan air ledeng, campurkan air ketapang lalu diamkan selama satu hingga tiga hari.

Dianjurkan untuk menambahkan obat biru dan garam akuarium yang dilarutkan dalam media perkawinan. Kemudian tempatkan wadah untuk tempat telur cupang dalam media kawin, untuk pemula dianjurkan untuk menggunakan plastik transparan agar lebih mudah dalam memantau perkembangan telur. Cara membuat wadah telur juga relatif mudah, cukup potong plastik transparan berbentuk persegi dengan ukuran 10cm x 10cm lalu taruh di media kawin dan biarkan mengambang. Telur-telur cupang akan menempel tepat di bawah wadah bertelur tersebut.

Jika wadah kawin ini telah siap, tinggal masukkan indukan dan bapakan dalam baki tersebut. Proses pembuahan akan terjadi secara alami dan tinggal memantau bagaimana perkembangan telur hingga menjadi anakan cupang. Selama masa ini, cupang jantan akan bertanggungjawab menjaga telur-telurnya hingga menetas dan bisa dipisahkan. Untuk lebih lengkapnya, silahkan simak video di bawah ini.



Post a Comment

أحدث أقدم