Tantyo Cipta Adi, anak muda yang kali ini mau bagikan cerita dan pengalamannya pada sahabat dosen petani semua. Saat dikunjungi di rumahnya, Tyo sapaan akrab anak muda keren ini tengah sibuk membersihkan wadah minum kelinci. Kandang kelinci tersebut dia tempatkan di halaman belakang rumah, berjejer rapi dan tampak bersih. Tiap-tiap kotak cell di kandang diisi dengan seekor kelinci, lengkap dengan wadah makan dan minum.

Tyo, sehari-hari bertugas di Bag. Umum Rumah Sakit Umum Daerah, Kota Payakumbuh. Selain itu, ia juga tercatat aktif sebagai sekretaris Karang Taruna di Kelurahan Balai Jaring, Kecamatan Payakumbuh Timur. Untuk anak muda yang memang terlibat banyak di kegiatan sosial masyarakat, Tyo mencari bisnis yang cenderung tidak menyita banyak waktu, dan beternak kelinci yang menjadi pilihannya.

Lebih lanjut Tyo menjelaskan bahwa beternak kelinci merupakan salah satu kegiatan positif yang dapat menunjang perekonomian masyarakat. Permintaan dan minat terhadap kelinci hias yang semakin meningkat tentu harus dijawab dengan pemenuhan lewat kegiatan budidaya. Selain itu, saat ini konsumsi daging kelinci di Sumatera Barat dan Riau juga terus menunjukkan trend kenaikan.


Beternak kelinci juga tidak membutuhkan lahan yang luas. Kandang dengan ukuran 4x1 meter dengan dua tingkatan seperti yang dibuat oleh Tyo, mampu menampung 20 ekor kelinci dewasa. Dalam berkembang biak, kelinci yang sehat dapat melahirkan 10-15 ekor anakan dalam satu tahun. Cepat dan banyaknya potensi anakan membuat peluang untuk memperoleh keuntungan juga semakin besar.

Dalam manajemen pakan, Tyo mencampur pakan kelinci-kelincinya dengan pakan buatan dan pakan alami. Pakan alami berupa hijauan yang dapat diperoleh dari alam seperti rerumputan dan sayur-sayuran. Sementara pakan buatan atau pakan pabrikan dapat dibeli di toko-toko pertanian. Meski soal pakan tidak menemui kendala berarti, ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan oleh para peternak. Kesehatan kelinci selain bergantung pada kecukupan pakan juga dipengaruhi oleh kebersihan kandang.

Kandang yang bersih akan memperkecil peluang kelinci terserang penyakit. Karenanya diperlukan perhatian khusus untuk masalah kebersihan kandang, utamanya membersihkan kandang dari kotoran kelinci itu sendiri. Upayakan pula untuk menghindari kandang kelinci dari hembusan angin, ini akan meminimalisir resiko kelinci masuk angin.

Untuk sahabat yang tertarik beternak kelinci dan ingin melihat seperti apa kandang kelinci milik Tyo, silahkan simak video di bawah ini.



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama