Memulai sebuah usaha di bidang apapun sering kali terhalang dengan kondisi modal yang tidak memadai. Bayang-bayang modal besar kerap membuat ide bisnis tak pernah terealisasi. Hal ini juga berlaku untuk bisnis di bidang pertanian atau peternakan. Besarnya kebutuhan modal dan biaya operasional sering mengubur mimpi anak-anak muda yang ingin membangun usaha sendiri.

Hal serupa juga pernah terjadi pada Dendi Nurdian, seorang pemuda hebat dari Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Dendi yang saat ini telah berhasil menjalankan bisnis peternakan yang diberi nama "Dendi Duck Farm", sempat terbentur lama pada permasalahan modal untuk menjalankan bisnis bebek petelurnya. Hingga di satu titik, Dendi memutar akal dan berhasil menemukan solusi untuk permasalahan modal yang lama membuatnya menunda memulai usaha.

Menurut Dendi, ada banyak variabel modal yang bisa diminimalisir saat memulai usaha bebek petelur. Beberapa kebutuhan pokok yang harus disediakan peternak diantaranya adalah kandang, wadah pakan dan minum, persediaan pakan dan konsentrat, hingga bebek itu sendiri. Pembuatan kandang merupakan investasi yang cukup besar, namun bagian ini juga berpeluang untuk dihemat paling banyak. Mengerjakan sendiri kandang bebek dengan material bekas bisa membuat investasi kandang menjadi sangat ringan. 

Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan memulai bisnis peternakan dalam skala kecil saja terlebih dahulu. Selain untuk memperkecil modal, cara ini juga meminimalisir peluang kegagalan. Semua bisnis itu mesti dipelajari dulu, butuh ilmu dan treatment khusus. Hal ini juga terjadi ketika kita berbisnis bebek petelur, kalau memulai dengan skala besar sementara belum cukup ilmu, tentu peluang kerugian akan sangat besar pula.

Dendi memulai beternak bebek petelur dengan populasi 65 ekor saja, dari jumlah sebanyak itu ia bisa memperoleh telur hingga 55 butir satu harinya. Seiring berjalannya waktu, ia jadi punya landasan dan pengetahuan tentang bagaimana perawatan bebek agar tetap di angka produktivitas maksimal. Ini juga termasuk hal-hal yang mesti dihindari agar jumlah telur per hari tidak jeblok.

Menurut Dendi, jika produktivitas bebek petelur di angka 70% ke atas, sejatinya peternak sudah punya penghasilan yang cukup baik. Dari sini peternak juga bisa menyisihkan sebagian penghasilan untuk menambah populasi bebek petelur, dengan kata lain ekspansi usaha. Dalam waktu dekat, Dendi tengah mempersiapkan untuk menambah populasi bebeknya menjadi 150 ekor, naik lebih dua kali lipat dari populasi awal mulai beternak.

Bagaimana sahabat? Tertarik ingin mencoba seperti apa yang sudah dilakukan Dendi Nurdian? Mau tahu lebih lengkap? Silahkan klik link video di bawah ini.




Post a Comment

Lebih baru Lebih lama