Trigona Itama atau dalam bahasa lokal disebut galo-galo, kelulut, klanceng adalah jenis lebah penghasil madu tanpa sengat. Lebah jenis ini biasa ditemui di rimba-rimba dan umumnya bersarang pada pohon-pohon lapuk. Ukuran lebah ini cenderung lebih kecil dari lebah bersengat, bahkan dibanding lalat ukurannya tidak jauh berbeda.

Soal rasa, lebah trigona punya madu dengan rasa yang khas, ada campuran asam dan terkadang sedikit pahit bercampur dengan manis. Kantung-kantung madu lebah trigona itama ini ditutup propolis, berukuran kurang lebih telur puyuh. Dalam satu bulan, satu stup (koloni) trigona itama yang diternakkan bisa menghasilkan madu kurang lebih 200ml. 

Saat ini semakin banyak yang tertarik dengan budidaya lebah jenis ini, karena selain lebih mudah juga peluang keuntungannya yang menjanjikan. Mari kita bahas lebih lengkap 5 fakta tentang trigona itama yang kamu harus tau.




1. Sebaran / Habitat

Trigona itama banyak ditemukan di hutan Sumatera dan hutan Kalimantan. Namun demikian, beberapa juga ditemukan di hutan Jawa, dengan sebaran yang lebih sedikit. Kenyataan ini membuat para peternak di Jawa mesti mendatangkan koloni Lebah Trigona Itama dari Sumatera atau dari Kalimantan.

2. Sifat Agresif

Trigona itama dikenal lebih agresif dibanding lebah trigona yang lain. Meskipun trigona itama ini tak bersengat, namun serangannya cukup membuat repot. Trigona itama akan menyerang saat sarangnya terancam, serangan berkelompok dengan senjata gigitan. Untuk mengatasi ini, beberapa peternak menganjurkan menggunakan minyak serai saat pembukaan stup untuk panen atau splitting. Namun yang jelas, waktu terbaik untuk menghindari serangan adalah dengan membuka stup setelah jam 8 pagi, sebelum jam 3 sore. Waktu ini karena rata-rata lebah pekerja sedang di luar koloni.

3. Ukuran Lebih Besar

Fakta selanjutnya tentang trigona itama adalah ukurannya yang lebih besar dibanding trigona lain. Ukuran trigona itama sekitar 2 hingga 3 kali lebih besar trigona leaviceps. Jika dibandingkan dengan lalat, itama tampak sebanding bahkan sedikit lebih besar. Ukuran besar ini juga menjadi fakta khas dari lebah tanpa sengat yang satu ini.


4. Lebih produktif

Fakta selanjutnya adalah trigona itama terhitung lebih produktif dibanding jenis trigona lainnya. Ukurannya yang lebih besar juga membuat kantung madu serta madu yang diproduksi lebih banyak. Begitu pula dengan jumlah propolis dan poleh yang dihasilkan koloni trigona itama, lebih banyak dibanding dengan trigona jenis lain.

5. Adaptif

Fakta terakhir yang kita mau bagikan di tulisan ini adalah sifat trigona itama yang cenderung adaptif. Di alam liar, trigona itama biasanya tak terlalu memilih pohon yang akan dijadikan tempat bersarang. Itama ditemukan di pohon besar maupun kecil, dengan ketinggian pohon yang juga beragam. Jika beberapa jenis lebah cenderung selektif dalam memilih pohon tempat bersarang, sepertinya hal ini tidak berlaku pada trigona itama.



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama