Budidaya ikan dapat kita pahami sebagai suatu usaha/upaya pemeliharaan dan atau pengembangbiakan ikan pada lokasi tertutup atau terbatas. Dalam pelaksanaannya, budidaya ikan dapat dilakukan dalam kolam, keramba ataupun terpal. Sementara jenis ikan yang jamak dibudidayakan seperti ikan mas, ikan gurame, ikan lele dan ikan nila.

Untuk budidaya ikan dengan kolam tanah/beton, jelas dibutuhkan lahan yang cukup luas dan investasi awal yang besar. Hal ini menjadi kendala bagi para pemula yang belum siap investasi banyak karena masih ingin belajar. Namun, jika anda yang sedang membaca adalah pemula seperti yang kami maksud, baru ingin belajar beternak ikan dan belum siap berinvestasi dengan jumlah banyak, inilah solusinya. Budidaya ikan dengan kolam terpal menjadi hal baik yang bisa dicoba oleh pemula walau terkendala lahan sempit, modal sedikit, dan pengetahuan yang belum komplit.

Hal inilah (budidaya ikan kolam terpal) yang dilakukan oleh uda Fahmi di belakang rumahnya. Memanfaatkan pekarangan yang tak luas, beliau mulai membudidayakan ikan dengan kolam terpal bulat berdiameter 4 meter dan tinggi 1 meter. Menurut beliau yang juga baru pertama kali membudidayakan ikan nila dengan kolam terpal, memulai kegiatan ini relatif mudah dan murah. Selain itu di zaman sekarang dimana informasi dapat kita akses dengan cepat, maka proses belajar dan mencari ilmu terkait budidaya kolam terpal pun menjadi tidak sulit.



Dari percakapan kami ketika itu, ada beberapa hal yang menjadi point penting mengapa budidaya kolam terpal adalah solusi baik untuk para pemula. Berikut alasannya :

1. Tidak butuh lahan yang luas.
Berbeda dengan budidaya ikan di kolam tanah atau beton, kolam terpal tidak butuh lahan yang luas. Anda bisa taruh ini di belakang rumah, halaman depan, samping rumah atau dimana saja space kosong yang tersedia. Ukuran kolam terpal pun beragam yang dijual di pasaran, sehingga tidak sulit untuk membangun kolam terpal, tinggal sesuaikan ukuran kolam dengan space yang kamu punya.

2. Tidak merusak lahan / meninggalkan bekas
Saat instalasi kolam terpal, kamu tidak perlu menggali atau menguruk tanah. Hal ini tentu berbeda dengan kolam tanah atau kolam tembok yang pembuatan kolamnya butuh penggalian. Kolam tembok meskipun bisa dibangun tanpa menggali tanah, namun tetap saja ada pengecoran pada bagian dasar yang meninggalkan bekas semen ketika kolam hendak dibongkar atau dipindahkan.

3. Sifatnya yang portable
Untuk pemula, bisa saja percobaan pertamamu belum membuahkan hasil sesuai harapan. Beberapa faktor mungkin saja jadi penyebab ketidakberhasilan tersebut. Ketika kamu ingin melakukan penyesuaian seperti memindahkan kolam,  tentu tidak akan ada kesulitan jika kamu memilih kolam terpal. Sahabat tinggal bongkar saja, kemudian pindahkan ke tempat yang baru. Bahkan ketika kamu memutuskan berhenti, kolam terpalnya masih bisa kamu jual kembali. Hal ini tentu tidak bisa kamu lakukan dengan kolam tanah atau kolam beton.


4. Mudah dalam pengontrolan
Perawatan dan kontrol termasuk salah satu point penting dalam kegiatan budidaya ikan. Ada kalanya ikan terserang penyakit atau parasit yang bisa dengan cepat menyebar. Ketika hal ini terjadi, pengontrolan dan pemisahan ikan relatif lebih mudah dilakukan dengan kolam terpal. Kecepatan dan ketepatan dalam penanganan akan membuat masalah lebih mudah diatasi.

5. Biaya relatif lebih murah
Keunggulan lainnya adalah biaya atau investasi awal budidaya ikan dengan kolam terpal cenderung lebih murah. Mungkin saja point ini bisa didebat, contohnya kolam tanah bisa dibuat lebih murah asal kita yang gali sendiri kolamnya. Namun untuk kolam beton, hampir tidak mungkin bisa lebih murah dari kolam terpal jika dibandingkan dengan ukuran yang sama. Biaya relatif murah ini yang membuat "dosen petani" mengangkat dan membagikan cerita ini pada sahabat semua.

Sahabat, itu tadi ulasan kita tentang budidaya ikan nila dalam kolam terpal. Semoga saja tulisan ini bermanfaat bagi sahabat semua. Untuk sahabat yang ingin tahu lebih banyak tentang tahapan budidaya ikan nila di kolam terpal, silahkan klik di sini. Untuk yang menyaksikan video cerita Uda Fahmi, klik thumbnail di bawah ini.



Post a Comment

أحدث أقدم