Pertanian masih menjadi peluang usaha yang menjanjikan hingga saat ini. Ada banyak komoditas pertanian yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Salah satu komoditas pertanian yang permintaan pasarnya cukup tinggi adalah Jagung Manis. Itulah sebabnya, pada tulisan kali ini kami akan coba hantarkan informasi terkait cara dan analisa usaha budidaya jagung manis bagi sahabat semua.

Pada dasarnya, budidaya jagung manis tergolong mudah dilakukan. Menariknya lagi, sahabat tidak perlu menyediakan modal besar dalam budidaya jagung manis. Makin menarik lagi jika membaca peluang keuntungan yang bisa kita peroleh, dimana petani bisa meraup keuntungan berlipat dari modal yang ditanam.

Cara Budidaya Jagung Manis

Cara budidaya jagung manis sebenarnya tergolong mudah, tidak membutuhkan perawatan yang rumit. Budidaya diawali dengan pengolahan awal pada lahan, penggemburan tanah dan penaburan pupuk dasar. Pupuk dasar bisa menggunakan pupuk kandang baik kotoran ayam maupun kotoran sapi, atau menggunakan keduanya sekaligus. Pupuk dasar bertujuan agar tanaman segera mendapat zat hara di masa awal pertumbuhannya.


Bedengan tanam dibuat setinggi 30cm dengan lebar bedengan 80cm-100cm dan jarak antar bedengan 30cm. Ukuran ini dapat disesuaikan dengan tetap mempertimbangkan kemudahan akses kerja dan kerapatan antar tanaman agar kelembapan dan sirkulasi udara tetap baik. Selanjutnya buat lubang tanam dengan menugal bedengan tanam, lalu isi dengan 2-3 butir bibit jagung per lubangnya.

Pemupukan susulan pada tanaman jagung manis dilakukan saat usia tanaman 15HST, 30HST dan 45HST. Pemberian pupuk dilakukan dengan cara menugal di sekitar tanaman jagung, kemudian pupuk dimasukkan dan lubal tugal ditimbun kembali. Keterlambatan atau ketidakdisiplinan dalam pengaplikasian pupuk susulan akan mempengaruhi pertumbuhan tanaman jagung.

Perawatan lain yang perlu dilakukan saat budidaya jagung manis adalah penyiangan gulma. Seperti pada budidaya tanaman lain, gulma di sekitar tanaman jagung perlu disiangi agar tidak terjadi persaingan/perebutan makanan. Penyiangan dapat dilakukan dengan mencabut langsung gulma atau menggunakan herbisida selektif. Di Pasaran ada beberapa merk herbisida selektif jagung, kami sempat mengulas cara penggunaan herbisida selektif merk calaris di channel youtube dosen petani.


Terakhir yang perlu diperhatikan saat masa budidaya adalah kecukupan air. Tanaman jagung sangat membutuhkan air ketika masa awal pertumbuhan dan saat masa awal pembentukan buah yang ditandai dengan munculnya malai. Kekurangan air pada tanaman jagung akan mengakibatkan tanaman menjadi kerdil kemudian buah menjadi kecil-kecil dan berbiji rumpang. Terlalu banyak air juga tidak baik, tanaman akan menguning jika kondisi tanaman jagung terendam air/terlalu banyak air.

Tanaman Jagung dapat dipanen ketika biji-biji buah telah terisi penuh dengan warna kuning lembut. Biasanya akan mencapai kondisi seperti di usia 70-85 HST. Perlu diingat bahwa sedapat mungkin menghindari keterlambatan panen, sebab ketika jagung terlambat dipanen akan mengurangi rasa manisnya. Proses panen cukup mudah, cukup patahkan tongkol jagung dari batangnya. Di pasaran harga jagung manis terbilang cukup baik dan stabil, inilah yang membuat budidaya jagung manis cukup menarik untuk dilakukan.

Untuk analisa usahanya, sahabat bisa baca di artikel berikut ini "Analisa Usaha Budidaya Jagung Manis". Untuk menyimak video budidaya jagung manis, bisa klik thumbnail video di bawah ini.





Post a Comment

Lebih baru Lebih lama