Budidaya tanaman dalam polybag menjadi solusi untuk sahabat yang ingin bercocok tanam namun tidak punya lahan pertanian. Ada banyak tanaman yang bisa kita budidayakan dalam polybag, salah satunya adalah cabe. Dalam tulisan ini, kami akan coba berikan tips singkat pada sahabat yang ingin mencoba budidaya cabe dalam polybag. Mari kita bahas bersama.

Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang diperlukan untuk budidaya cabe dalam polybag pada dasarnya tidak banyak dan cenderung mudah didapatkan. Yang utama tentu saja polybag yang akan menjadi wadah media tanam kita. Feedtray untuk penyemaian benih sifatnya optional, jika tidak ada, sahabat masih tetap bisa gunakan polybag untuk penyemaian. Berikut ini beberapa alat dan bahan yang kita perlukan untuk memulai budidaya tanaman cabe dalam polybag.

  1. Polybag ukuran minimal 30cm
  2. Feedtray (optional)
  3. Tanah
  4. Sekam
  5. Pupuk Kandang
  6. Tabung Semprot
  7. Sendok Tanah (optional)
  8. Benih Cabe
  9. Pupuk Kimia
  10. Pestisida (optional)



Persiapan Benih Cabe
Seperti yang sudah pernah kita ulas pada tulisan sebelumnya "Analisa dan Peluang Usaha Budidaya Cabe Rawit", benih cabe bisa kita peroleh dengan membeli benih kemasan, beli dari kebun petani, ataupun dari nursery. Di contoh kali ini kita beli benih kemasan di toko pertanian, varietas yang kita gunakan adalah "Bara F1" dengan harga Rp.25.000 per packnya.

Setelah benih tersedia, saatnya melakukan penyemaian dengan terlebih dahulu mempersiapkan media semai. Media semai dibuat dengan mencampur tanah bersama pupuk kandang yang telah kering. Takaran pencampuran adalah 1 banding 1, atau 1 bagian tanah dicampur dengan 1 bagian pupuk kandang. Benih cabe disemai secara merata di atas media semai, selanjutnya tutup tipis dengan tanah di atasnya. Setelahnya, tempatkan media semai di tempat yang tidak terkena matahari langsung dan lembabkan dengan menyemprot air menggunakan sprayer.




Pemindahan Bibit Cabe Ke Media Tanam
Umumnya benih cabe akan mulai berkecambah di hari ketiga setelah penyemaian, di hari ketujuh akan mulai terlihat seragam dengan kecambah yang membelah biji. Bibit cabe yang siap untuk dipindahtanamkan adalah bibit yang daunnya minimal telah berhelai 5. Untuk mencapai kondisi ini, dibutuhkan waktu kurang lebih satu bulan sejak tanggal penyemaian.

Ada baiknya menyiapkan media tanam terlebih dahulu selama menunggu bibit cabe siap pindah. Setidaknya, media tanam sudah harus siap di dua minggu setelah penyemaian. Media tanam dibuat dari campuran tanah, sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Saat bibit telah siap untuk dipindah tanamkan, lakukan pemindahan dengan mencabut bibit dari media semai secara hati-hati dan sebaiknya dilakukan pada sore hari. Tanam kembali bibit yang telah dicabut dari media semai dengan memastikan bagian akar tanaman tertimbun sempurna dan bagian batang tegak lurus. Lakukan penyiraman setelah pemindahan untuk menjaga kelembapan media tanam.

Biasanya bibit cabe akan beradaptasi terhadap lingkungan barunya, sedikit layu saat terik matahari adalah hal yang normal dalam satu minggu pemindahan. Ketika cabe yang telah dipindahkan sudah beradaptasi dengan baik, ditandai dengan kondisi daun yang tetap segar meski terkena matahari, lakukan pemupukan susulan tahap pertama. Pemupukan susulan bisa menggunakan grower atau NPK Plus.




Perawatan Tanaman Cabe
Penyiraman rutin pagi dan sore sangat dibutuhkan oleh tanaman cabe yang dibudidayakan dalam polybag. Cabe membutuhkan air untuk penyerapan unsur hara dalam pemenuhan nutrisinya. Jika polybag cabe ditaruh di ruang terbuka tanpa atap, tak perlu lakukan penyiraman di saat musim penghujan. Pada masa vegetatifnya atau ketika tanaman cabe belum berbunga, lakukan pemupukan berkala menggunakan grower atau NPK Plus. Saat masuk masa generatif yang ditandai dengan munculnya bunya cabe, tambahkan pupuk SS dan KCL saat pemupukan.

Pemupukan susulan dilakukan setiap minggu dengan takaran 3gram per tanaman di fase vegetatif, dan 5 gram per tanaman di fase generatif. Pemupukan dapat dilakukan dengan menabur langsung di sekitar batang cabe atau dengan pengocoran. Metode pengocoran sebaiknya dilakukan saat musim kemarau dengan mencampurkan pupuk terlebih dahulu dengan air, didiamkan sesaat baru disiramkan ke tanaman. Untuk metode pengocoran dijelaskan lebih lanjut pada tulisan lain di webblog ini.

Perawatan lain seperti penyemprotan pestisida perlu dilakukan ketika populasi tanaman cukup banyak. Tanaman cabe dengan populasi banyak lebih beresiko terserang hama, karena menarik perhatian serangga. Sementara hama berupa jamur akan lebih mudah menjangkiti ketika kelembapan udara terlalu tinggi. Jika tak menemukan resiko yang cukup banyak terhadap serangan hama, memilih untuk tidak menyemprotkan pestisida tentu layak dicoba. Namun jika dirasa cukup beresiko, lakukan pemantauan rutin dan semprotkan pestisida ketika diperlukan.




Panen Cabe Dalam Polybag
Cabe merah keriting mulai dapat di panen saat usia +80-90 hari setelah tanam, sementara cabe rawit bisa lebih cepat 10-15 hari. Proses panen sendiri pada dasarnya sama saja dengan panen cabe yang di tanam di kebun / lahan tanah langsung. Untuk cabe merah keriting, petik buah yang telah matang ditandai dengan warnah buah yang telah memerah. Sementara untuk cabe rawit, dapat dipetik sesuai permintaan pasar.

Frekuensi panen pun tidak berbeda dengan tanaman cabe yang dibudidayakan di ladang/kebun. Kualitas buah dan harga jual di pasaran juga tidak berbeda. Hal yang benar-benar harus diperhatikan saat budidaya cabe di polybag adalah pemupukan, hal ini karena ketersediaan hara dalam media tanam terbatas, tidak seperti pada tanah kebun atau ladang. Namun faktor lebih yang mesti menjadi pertimbangan adalah, budidaya dalam polybag lebih mudah dalam pengontrolan dan pengendalian penyakit. Selanjutnya, budidaya dalam polybag menjadi jawaban untuk pertanian urban, solusi untuk sahabat yang ingin bertani namun tidak memiliki lahan atau kebun.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama