Mengenal Terong Hijau.
Terong atau disebut juga Terung yang dalam bahasa latin dikenal sebagai Solanum Melongena merupakan tanaman yang tumbuh baik di daerah tropis. Tanaman ini berkerabat dekat dengan Cabai, Tomat dan Kentang dalam suku solanaceae. Terdapat beberapa jenis terong yang biasa dibudidayakan petani, diantaranya terong ungu, terong lalap hingga terong hijau seperti yang akan kita ulas kali ini. 

Tanaman terong mulai berproduksi di usia 80-90 HST (Hari Setelah Tanam), dan dapat terus dipanen hingga usia 2 Tahun. Jika produktivitas baik, satu batang tanaman terong bisa menghasilkan 3 hingga 4 kilogram buah. Di pasaran saat ini, terong hijau dihargai Rp.5.000 per kilogram. Harga terong hijau juga fluktuatif seperti harga tanaman sayur lainnya, saat stok berlimpah harga bisa turun hingga Rp. 1.000 per kilogram, namun saat stok terbatas harga komoditas ini bisa menembus Rp. 10.000 per kilogram.


Investasi Awal
Seperti budidaya tanaman lain, pada awal budidaya diperlukan pengolahan awal media tanam untuk memperoleh hasil maksimal. Pengolahan berupa penggemburan tanah, pembuatan bedengan tanam hingga penaburan pupuk dasar. Setelahnya, ada opsi pemasangan plastik mulsa, atau tanpa plastik mulsa. Plastik mulsa dipasang tujuannya untuk menghambat pertumbuhan gulma, sehingga tidak terjadi perebutan makanan antara terong dan tumbuhan semak. Untuk lahan yang kita ulas kali ini, dipilih opsi menggunakan plastik mulsa yang berarti menambah nilai investasi.

Lahan dengan luas kurang lebih 2000m2 ini dapat ditanami terong hijau hingga 800 batang, namun karena pada lahan yang kita ulas ini penanaman dilakukan berjenjang, populasi yang mulai panen adalah 500 batang. Untuk nilai investasi awal tanaman terong hijau sebanyak 500 batang tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Upah Kerja Pengolahan Awal (Penggemburan tanah s.d Pemasangan Mulsa) = Rp. 600.000
  2. Plastik Mulsa 10kg = Rp. 300.000
  3. Pupuk Kandang 50karung (2,5 ton) = Rp. 300.000
  4. Pupuk Urea 20Kg + KCl 10Kg (Pupuk Dasar) = Rp. 140.000
  5. Tonggak Ajir 500batang = Rp. 150.000
  6. Tali Pengikat (Rafia) = Rp. 10.000
  7. Bibit Terong 500batang = Rp. 150.000
  8. Pestisida = Rp. 350.000
  9. Total Investasi Awal = Rp. 2.000.000

Perawatan Tanaman Terong
Perawatan tanaman terong dimaksudkan untuk menghindari kerugian akibat serangan hama. Beberapa hama dan penyakit yang kerap menyerang tanaman terong antara lain adalah : bekicot, penggerek daun, ulat grayak, kutu kebul, lalat buah, gemini/bulay. Karenanya perawatan rutin diperlukan untuk mengendalikan dan meminimalisir resiko serangan yang bisa mengakibatkan gagal panen serta kerugian bagi petani.

Perawatan berkala pada tanaman terong berupa pemupukan susulan, penyemprotan pestisida, pemangkasan daun hingga penyiangan gulma. Untuk petani yang membudidayakan terong menggunakan plastik mulsa hitam perak pada bedengan tanam, intensitas penyiangan gulma tentu saja tidak akan banyak. Sementara dosis atau takaran pemupukan susulan disesuaikan dengan umur dan tumbuh kembang tanaman terong itu sendiri. Frekuensi pemupukan susulan pada tanaman terong adalah satu kali dua minggu, sebaiknya dilakukan dengan cara pengocoran jika di musim kemarau.




Analisa Usaha
Analisa usaha budidaya tanaman terong hijau kita lakukan dengan menghitung total investasi dengan peluang penghasilan. Sepanjang masa budidaya, satu batang terong hijau berpotensi menghasilkan 4 hingga 5 kilogram buah terong. Artinya untuk 500 batang yang dibudidayakan pada contoh ini, berpotensi menghasilkan 2 hingga 2,5 ton buah terong. Jika dirata-ratakan harga panen di angka Rp.5.000 per kilogramnya, maka dalam satu kali budidaya terong hijau, petani berpotensi meraih penghasilan kotor sebanyak Rp.10.000.000 hingga Rp.12.500.000.

Dengan investasi awal sebesar Rp.2000.000, maka petani berpotensi menghasilkan keuntungan bersih Rp.8000.000 hingga Rp.10.500.000. Angka ini didapat tentu saja dengan mengurangi potensi keuntungan kotor dengan nilai investasi awal yang telah dikeluarkan. 

Pada dasarnya, budidaya terong hijau cukup menarik untuk dilakukan jika menakar dari peluang keuntungan yang bisa didapat. Namun simulasi perhitungan di atas dapat saja berbeda-beda untuk tiap-tiap daerah, sebab beberapa variabel harga bisa saja berbeda tergantung lokasi. Namun setidaknya, bagi sahabat yang ingin mencoba budidaya terong hijau sudah dapat memperoleh gambaran mendasar tentang analisa usaha budidaya terong hijau.

Itu tadi ulasan kita tentang budidaya terong hijau, semoga bermanfaat bagi sahabat semua. Untuk sahabat yang tertarik dengan budidaya terong hijau, dapat menonton videonya dengan klik thumbnail di bawah ini. Bagikan tulisan ini jika dirasa bermanfaat. Terimakasih.

Official instagram : www.instagram.com/dosen.petani
Official Youtube Channel : www.youtube.com/c/DosenPetani
for business inquiries : dosenpetani@gmail.com



Post a Comment

أحدث أقدم