Nama beliau Tri Andi Eka Putra, S.Kom., M.Kom., seorang dosen muda asal Kabupaten Muko-muko, Provinsi Bengkulu. Dengan latar belakang magister ilmu komputer yang beliau miliki, saat ini dipercaya mengabdi sebagai pengajar di Program Studi Bisnis Digital, Universitas Fort De Kock Bukittinggi. Di sela-sela kesibukan sebagai pengajar, Pak Andi begitu beliau biasa disapa, juga sedang mulai membangun bisnis di bidang pertanian.

"Saya melihat peluang besar di pertanian, ada aspek yang harusnya bisa dimaksimalkan, sebab itu saya putuskan untuk terjun sendiri agar tahu persis bagian mana yang mesti dioptimalkan", begitu terang Pak Andi saat membuka percakapan. Sebagai kolega yang sehari-hari mengabdi di tempat yang sama dengan Pak Andi, saya senang sekali karena punya teman yang satu visi. Selain berdiskusi terkait tridarma, kami kerap berbincang tentang apa yang bisa kita perbuat untuk pertanian, bagi orang banyak serta untuk peningkatan ekonomi keluarga.

Sepulang kampus, saya diajak oleh Pak Andi untuk mampir di lahan yang akan beliau garap bersama seorang teman, staff juga di kampus kami. Lahan ini berada persis di belakang rumah Hidayat Zulva, tandem Pak Andi dalam membangun bisnis pertaniannya. Lahan tidur seluas kurang lebih 400an meter persegi ini akan dibangunkan kembali, agar produktif dan jadi sarana untuk percobaan bagi keduanya. Lokasi lahan yang strategis serta sumber air yang berlimpah membuat saya bersemangat memberi masukan bagi mereka terkait apa dan bagaimana lanjutan pengelolaan lahan.



Meski terbilang baru terjun di bidang pertanian, ada satu hal yang layak diapresiasi dan menginspirasi dari apa yang dilakukan Pak Andi. Bagaimana tidak, dalam padatnya kegiatan kampus, beliau masih men"challenge" dirinya untuk secepat mungkin tau banyak tentang kondisi pertanian, utamanya di daerah ini (Bukittinggi). "Sebelum ke kampus saya menyempatkan diri untuk ke lahan, setidaknya ada hal yang saya bisa lakukan sehingga setiap hari selalu ada progress yang kami buat untuk kebun ini", terangnya lebih lanjut.

Sebelumnya, Pak Andi dan Pak Dayat sudah membuat budidaya ikan nila dengan media kolam terpal. Sudah dua bulan sejak 1500 ekor anakan ikan nila mereka tebar di kolam berukuran 2x3x0,5 meter yang ditempatkan di halaman rumah. "Secara keseluruhan, perkembangan ikan relatif baik. Terkait permasalahan seperti angka kematian dan target bobot perkembangan, kami masih terus belajar untuk dapatkan formula terbaik", ulas beliau terkait kolam nila terpalnya.

Saat menutup perbincangan, Pak Andi berpesan pada anak-anak muda Indonesia. "Petani bukanlah profesi rendahan, bukan hal yang memalukan. Justru petani adalah ujung tombak kemakmuran kita sebagai Bangsa Indonesia. Saya dosen, dan saya bangga menjadi petani".

Untuk menyimak video lengkapnya tentang cerita Pak Andi, sahabat bisa klik link di bawah ini. Semoga cerita ini bermanfaat dan menginspirasi kita semua.

Official instagram : www.instagram.com/dosen.petani
Official Youtube Channel : www.youtube.com/c/DosenPetani
for business inquiries : dosenpetani@gmail.com


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama