Assalamualaikum sahabat dosen petani, semoga selalu sehat dan kita semua dilindungi dari wabah covid-19 ini ya, aaaaaaamiiiiin. Sahabatku para petani, postingan ini sebenarnya latepost, sebab kegiatan pemupukannya telah terjadi seminggu yang lalu. Tapi apapun, informasinya tentu masih relevan dan bisa digunakan hari ini, minggu depan bahkan tahun depan. Sebab kegiatan pemupukan termasuk salah satu rangkaian dalam pemeliharaan tanaman, tujuannya memberikan tambahan nutrisi pada tanaman sehingga dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Pemupukan untuk kebun cabe di pekarangan rumah ini saya lakukan sore hari, saat matahari mulai menjauh ke barat, jam tangan menunjukkan pukul 16.20 WIB. Ini karena waktu pemupukan terbaik untuk tanaman cabe itu kalau nggak pagi hari, maka sore hari. Pemberian pupuk ketika cuaca panas itu tidak baik dan justru berbahaya bagi tanaman cabe kita.

Saat pemupukan susulan ini usia cabe sudah 14 hari setelah tanam, pupuk yang digunakan adalah NPK 16-16-16 dengan takaran 500 gram untuk 240 lubang tanam. Artinya per lubang tanam diberi pupuk kurang lebih 2 gram saja. Metode pemupukan awalnya mau dikocor, cuma berhubung beberapa hari terakhir hujan selalu turun, ditambah lagi ketika lihat awan sore ini sepertinya juga akan hujan, saya memutuskan untuk melakukan pemupukan dengan penaburan saja di sekitar pangkal batang.


Jadi metode pemupukan susulan bagi tanaman cabe itu ada 2, pertama dengan cara pengocoran dimana pupuk dilarutkan dengan air terlebih dahulu, baru kemudian disiramkan ke lubang tanam. Cara kedua adalah penaburan langsung, tanpa pelarutan air terlebih dahulu, butiran-butiran pupuk langsung ditabur di lubang tanam. Ketika musim kemarau, metode terbaik adalah pengocoran, namun di musim penghujan metode yang paling pas adalah dengan penaburan langsung.

Selanjutnya, setelah pemupukan susulan pertama ini, nanti setiap minggunya akan dilanjutkan dengan pemupukan susulan kedua, ketiga dan seterusnya. Pupuk yang digunakan selama belum masuk fase generatif adalah NPK 16-16-16, dan ketika telah memasuki masa generatif saya tambahkan dengan SS. Masa generatif pada tanaman cabe ditandai dengan keluarnya cabang primer pada tanaman yang sejajar dan berbentuk "ketapel". Pada cabang ini pulalah bakal buah pertama kali muncul.

Pemupukan susulan sebaiknya dilakukan kontinyu dengan mengikuti anjuran dosis yang ada, sebab terlalu banyak pupuk juga tidak baik bagi tanaman cabe. Selain pemupukan susulan, rutinitas lain petani cabe selama masa budidaya adalah pengendalian hama dan penyakit. Hama dan penyakit yang menyerang cabe juga berbeda-beda tergantung musimnya, saat musim penghujan biasanya resiko terserang jamur lebih tinggi. Saat musim kemarau, serangan hama seperti lalat buah, thrips dan kutu kebul biasanya akan menjadi tantangan untuk dikendalikan.


Untuk lahan di pekarangan yang relatif kecil ini, saya cuma butuh waktu kurang dari satu jam untuk melakukan pemupukan susulan. Pemupukan selesai saat kopi hitam panas itu datang diantar istri tercinta. Kalau dalam pandangan saya, ini nilai lebih berkebun di pekarangan, setelah rutinitas bertani selesai, kita bisa nyantai dulu menikmati hijaunya tanaman sembari tetap dekat dengan keluarga. Keuntungan lain tentunya lahan tidur yang biasanya ditumbuhi gulma sekarang berubah menjadi tanah produktif yang bisa menambah uang jajan anak.

Gimana? Kamu tertarik untuk mencoba berkebun di pekarangan? Untuk tahu lebih lengkap silahkan tonton video di bawah ini, jangan lupa untuk like, comment, share dan Subscribe agar kamu nggak ketinggalan informasi tentang kebun cabe di pekarangan rumah ini.

Official instagram : www.instagram.com/dosen.petani
Official Youtube Channel : www.youtube.com/c/DosenPetani
for business inquiries : dosenpetani@gmail.com






Post a Comment

Lebih baru Lebih lama