Belut adalah salah satu jenis ikan yang peminatnya cukup banyak di Indonesia. Tak ayal karena permintaan tinggi, membuat harga belut di pasaran menjadi cukup mahal. Kisaran harga belut di pasaran Indonesia sekitar Rp. 50.000 hingga Rp. 100.000. Melihat realita ini, tak heran pula saat ini ada banyak yang mulai melirik ke budidaya belut untuk dijadikan usaha. Ditambah lagi, di era kemajuan teknologi informasi masa sekarang, membuat ada banyak jalan untuk belajar cara budidaya belut, salah satunya lewat blog ini untuk sekedar sharing. Saya sebut sharing karena saya sendiri masih pemula dalam budidaya belut.

Terkait budidaya belut, banyak media yang digunakan peternak dalam menjalankan peternakannya. Ada yang menggunakan kolam beton, menggunakan drum bekas juga menggunakan kolam terpal seperti yang saya lakukan. Opsi kolam terpal saya pilih karena dari hitung-hitungan dan riset yang saya lakukan, ternyata dengan cara inilah yang merogoh modal paling sedikit.

Pada malam ini, sebelum tidur saya sempatkan mengembangkan komputer jinjing  lantas menyentuh "tuts-tuts keyboard" untuk membuat tulisan. Tulisan yang saya upayakan sesederhana mungkin agar informasinya gampang diserap oleh sahabat semua. Point yang mau saya bahas pada tulisan kali ini adalah cara membuat kolam belut dari terpal plastik. Namun, kolam yang saya siapkan kali ini khusus untuk pemijahannya saja. Walaupun pada dasarnya, cara pembuatan kolam terpal yang akan saya bahas ini juga bisa diterapkan untuk kolam pembesaran belut.


Sebelum masuk ke pembahasan tentang cara pembuatan kolam, saya sedikit mau cerita bahwa lokasi yang saya pakai adalah lahan kosong di samping rumah yang selama ini tidak termanfaatkan. Mengingat lokasi ini adalah pertemuan dua kamar mandi dengan space 1,8 meter saja, jadi juga bingung mau ditaruh apa. Setelah muncul ide kolam belut terpal, jadilah lokasi ini yang saya pilih menjadi tempatnya, ketimbang hanya ditumbuhi gulma semak belukar.

Bahan yang dibutuhkan untuk membuat kolam belut terpal dengan ukuran 2 x (0,75m x 1m x 1m) ini adalah sebagai berikut :
  • Kayu kaso bulat panjang 4m = 6 batang
  • Pilah bambu panjang 2m = 40 buah
  • Paku kayu ukuran 2" = 1/4 kg
  • Paku kayu ukuran 3" = 1/4 kg
  • Terpal 4x4m = 2 buah
Sementara alat yang digunakan untuk pembuatan kolam terpal plastik untuk pemijahan belut ini adalah sebagai berikut :
  • Gergaji
  • Palu
  • Meteran
  • Cangkul / Pacul
  • Linggis
Pembuatan kolam terpal ini sebetulnya tidak sulit, bahkan cenderung gampang. Langkah pertama adalah meratakan bagian dasar kolam dengan pertimbangan agar terpal tidak gampang bocor. Untuk ini saya gunakan pacul dengan sedikit menggali sekira 10cm dan membersihkan tanah pada bagian dasar dari batu kerikil. Selanjutnya tanam tonggak-tonggak dari kayu kaso bulat pada jarak tiap 40cm, semakin rapat akan semakin baik untuk menahan beban air dan media lumpurnya.

Setelah semua tonggak terpasang, selanjutnya memasang bilah-bilang bambu dengan memaku pada tonggak yang sebelumnya telah kita tanam. Untuk hal ini, semakin rapat bilah-bilah bambu yang dipasang akan semakin baik pula kekuatan kolam dalam menahan beban kolam. Saya membuat jarak pemasangan bilah bambu sekitar 8cm untuk tiap-tiap bilahnya. Sekitar 4 jam saja, kolam pemijahan belut dari terpal plastik ini selesai kami buat.\

Untuk sahabat yang ingin melihat jelas bagaimana tahap-tahap yang kami kerjakan dalam pembuatan kolam ini, bisa saksikan di video berikut ini :

Official instagram : www.instagram.com/dosen.petani
Official Youtube Channel : www.youtube.com/c/DosenPetani
for business inquiries : dosenpetani@gmail.com








Post a Comment

Lebih baru Lebih lama