Pagi itu saya dikabari oleh Uda Salman Sanduak melalui aplikasi chatting bahwa beliau ada janji dengan Suhatril, ST, MT. Nama ini tak asing lagi bagi saya dan sebagian besar masyarakat Sumatera Barat. Cerita "kejulasi"nya cukup mahsyur di sini, bagaimana tidak, ketimbang meneruskan karirnya di perusahaan minyak asing, beliau lebih memilih pulang untuk membangun kampung halamannya.

Masih menyambung chattingannya, Uda Salman Sanduak mengajak saya turut serta ke Pabrik serta Peternakan Sapi Perah kejulasi. Ajakan ini tentu saya sambut gembira, saya ingin menimba ilmu langsung serta berbincang dengan beliau tentang ide dan gagasan membangun kampung halaman. Sebab saya merasa ini akan menjadi pengalaman berharga, jadilah saya ajak kawan-kawan Mahasiswa Bisnis Digital Universitas Fort De Kock untuk ikut bersama. Sebelum berangkat saya tugaskan mereka untuk membuat konsep iklan pendek bagi kejulasi. Pembuatan iklan ini tentu akan mengasah kemampuan mereka dalam menjual nilai lebih sebuah produk serta harapan untuk ikut andil dalam mengkampanyekan produk lokal.



Setelah dzuhur kami akhirnya bersua dengan Pak Suhatril, beliau menjamu kami dengan hidangan susu segar di pendopo kejulasi. Tidak banyak basa-basi, cerita kami sejurus kemudian telah mengarah pada nagari dan peran anak nagari. Untuk informasi bagi sahabat di luar Sumatera Barat, "nagari" adalah istilah lokal untuk menyebut daerah kecil setingkat desa. Saya sedikit terhenyak sembari mengernyitkan dahi ketika beliau menyiratkan pesan tentang niatnya pulang kampung dan harapan apa yang sedang ia bangun.

"Saya pulang ingin membangun nagari, gaji besar di rantau rasanya tak berdampak besar pada kemajuan nagari, paling-paling uang itu akan sampai ke kadai-kadai (warung, red) di sini sekali setahun saat lebaran. Jika saya pulang dan membangun ekosistem bisnis di kampung, tentu akan ada perputaran uang dalam jumlah cukup besar di sini, dan tentu akan berdampak lebih besar pada nagari". Ini kutipan niat dan harapan beliau yang berhasil menyentakkan saya pada makna dan memaknai kehidupan. Semakin besar manfaat yang kita beri pada orang lain dan lingkungan, semakin bermakna pulalah hidup yang kita jalani.


Setelah berbincang cukup lama, dan mahasiswa kami selesai mengambil gambar serta wawancara. Saya dan rombongan berpamitan pulang, sementara Uda Salman Sanduak masih melanjutkan kuliahnya dengan owner kejulasi. Mahasiswa ditantang merampungkan materi iklan dalam dua hari oleh Pak Suhatril yang disanggupi oleh mereka. Sesimpul senyum cemerlang penuh keyakinan melepas kami untuk kembali ke kampus.

Di perjalanan kami masih membahas cerita pabrik keju pertama di Sumatera Barat ini, serta berusaha menangkap motivasi dan inspirasi yang beberapa menit lalu kami lihat. Dalam hati saya bergumam, semoga saja kami semua yang berkunjung ke kejulasi pada waktu ini juga mampu menebar manfaat bagi banyak orang. Semoga dosen petani juga mampu memberi nilai lebih serta berdampak pada Indonesia utamanya di bidang pertanian, peternakan dan pendidikan. Aaaamiiiiin.

Official instagram : www.instagram.com/dosen.petani
Official Youtube Channel : www.youtube.com/c/DosenPetani
for business inquiries : dosenpetani@gmail.com


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama