Gulma kerap menjadi hal yang mengganggu pikiran kita para petani. Beberapa cara akan kita lakukan untuk mengendalikan pertumbuhan gulma agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman yang sedang kita budidayakan. Mencabut atau menyemprotkan herbisida adalah pilihan yang tersedia untuk pengendalian gulma, namun terkadang pilihan ini juga tak kalah memusingkan.
Bagaimana tidak, keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Di lain waktu, dosen petani akan coba ulas kelebihan dan kekurangan dari kedua opsi tersebut, di kesempatan ini kita khusus membahas tentang herbisida selektif.


Sesuai namanya, herbisida selektif bersifat selektif dalam membunuh tanaman yang terkena semprotannya. Di pasaran ada beberapa herbisida selektif yang dijual, contohnya herbisida selektif cabe dan herbisida selektif jagung. Herbisida selektif cabe hanya akan membunuh gulma yang tumbuh di sekitar cabe tanpa mengganggu tanaman cabe itu sendiri, begitu pula dengan herbisida selektif jagung. Karena tadi pagi saya baru saja menggunakan herbisida selektif jagung, akhirnya saya terpikir untuk membagikan cerita ini pada sahabat semua. Untuk videonya, bisa sahabat saksikan di channel youtube dosen petani dengan mengklik tautan berikut ini : "HERBISIDA SELEKTIF JAGUNG".


Kegunaan Herbisida Selektif Jagung :

Herbisida selektif jagung berguna untuk mengendalikan gulma di sekitar jagung agar tidak mengganggu atau menghambat pertumbuhan jagung. Ketika gulma di sekitar jagung tidak dikendalikan, maka akan terjadi perebutan nutrisi dan makanan yang tentunya akan mengganggu pertumbuhan jagung. Ketika pertumbuhan jagung terganggu, tentu akan berdampak pada pertumbuhannya yang tidak optimal. Pertumbuhan jagung yang tidak optimal tentu akan bermuara pada hasil panen yang diperoleh petani.

Selain mengganggu pertumbuhan tanaman jagung, gulma yang tidak dikendalikan juga mengundang tikus masuk ke lahan budidaya. Lahan jagung yang semak akan membuat tikus tertarik dan berani untuk masuk menyantap tanaman jagung. Serangan tikus ini tentu akan berpotensi membuat petani gagal panen. Dua hal tadi merupakan alasan jelas mengapa gulma di kebun jagung wajib dikendalikan.


Cara Penggunaan :

Penggunaan herbisida selektif jagung cukup mudah, caranya cukup disemprotkan langsung ke gulma yang tumbuh di sekitar jagung. Dalam penyemprotan herbisida selektif ini, kita petani tentu tak lagi takut atau khawatir jikalau embun atau semprotannya ikut menyasar tanaman jagung, sebab ia tidak akan merusak si jagung. Untuk dosis atau takaran, sahabat bisa mengikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada botol kemasan.

Di pasaran ada berbagai macam merk herbisida selektif jagung, namun pagi ini saya menggunakan merk CALARIS yang dikeluarkan oleh Syngenta. Pada petunjuk penggunaan disebutkan bahwa untuk 15 liter air, maka ditambahkan 70ml cairan herbisida dan 30ml cairan perata. Ketika membeli herbisida selektif ini, kita akan mendapat dua botol produk sekaligus. Satu botol adalah herbisidanya, sementara botol lain adalah cairan perata. Kedua cairan tersebut digunakan bersama dalam penyemprotan herbisida selektif.


Hal Yang Perlu Diperhatikan :

Meskipun tergolong mudah dalam penggunaannya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan herbisida selektif ini. Tujuannya agar herbisida selektif jagung benar-benar bekerja optimal dan kita sebagai petani juga selamat dalam pengaplikasiannya. 

Mengikuti petunjuk penggunaan sesuai yang tertera di label tentunya mutlak diperlukan, kelebihan atau kekurangan takaran pencampuran akan membuat herbisida selektif tidak bekerja sesuai harapan. Tidak perlu berspekulasi membuat takaran sendiri jika tak ingin membuang-buang waktu, uang dan tenaga. Kemudian untuk aspek keselamatan, sebaiknya gunakan masker saat pengaplikasian herbisida. Perhatikan kondisi angin saat penyemprotan, jangan menyemprot melawan arah angin.

Terakhir, setelah penyemprotan pastikan segera membersihkan diri dan mencuci bagian badan yang terkena kontak dengan semprotan herbisida. Jauhkan sisa herbisida dari jangkauan anak-anak atau orang yang tidak memiliki pengetahuan cukup tentang herbisida.

Official instagram : www.instagram.com/dosen.petani
Official Youtube Channel : www.youtube.com/c/DosenPetani
for business inquiries : dosenpetani@gmail.com



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama